TES NARKOBA

Di posting oleh sahabatkita pada 08:20 AM, 12-Feb-12

TES NARKOBA

Hari/tanggal              :  Rabu,  13 Oktober 2010

Judul praktikum       : Pemeriksaan narkoba pada sampel urine

Tujuan praktikum     : Untuk mengetahui ada tidaknya narkoba jenis amphetamin, tetrahydrocanabinol,dan opium pada urine

Metode                       : Imunokromatografi

Prinsip                       : Akan terbentuk 1 garis merah apabila dalam sampel urine terdapat narkoba jenis amphetamin, tetrahydrocannabinol, dan opium..

Dasar teori                 :

Napza (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif Lain) adalah istilah kedokteran untuk sekelompok zat yang jika masuk ke dalam tubuh menyebabkan ketergantungan (adiktif) dan berpengaruh pada kerja otak (psikoaktif)

Narkoba atau Napza adalah obat, bahan, dan zat bukan makanan, yang jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan, atau disuntikkan berpengaruh pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan ketergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun); demikian pula fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain). (Menurut Lydia, hal : 5, 2006).

NAPZAadalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut), dihirup (melalui hidung) maupun intravena (melalui jarum suntik) sehingga dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Penggunaan NAPZA berlanjut akan mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan/atau psikologis serta kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ otonom. NAPZA terdiri atas bahan-bahan yang bersifat alamiah (natural) maupun yang sintetik (buatan). Bahan alamiah terdiri atas tumbuh-tumbuhan dan tanaman, sedangkan yang buatan berasal dari bahan-bahan kimiawi.

            Jenis-Jenis Narkoba

1.      Opioda : misalnya morfin, heroin, petidin, kodein, dan candu

2.      Ganja atau kanabis atau marihuanan, hashish

3.      Kokain dan daun koka

4.      Alkohol (etil alkohol)  yang terdapat dalam minuman keras

5.      Amfetamin

6.      Halusinogen, misalnya LSN, meskalin, psilosin, dan psilosibin

7.      Sedative dan hipnotika

8.      PCP (Fensiklidin)

9.      Methamphetamin

10.    Nikotin yang terdapat dalam tembakau

 

Kebanyakan di rumah sakit mengunakan strip yang pemeriksaan narkobanya  berupa pemeriksaan amphetamin, tetrahydocanabinol, dan opium.

Amphetamin, adalah zat sintetik yang menyerupai kokain, berbentuk pil, kapsul atau tepung. Amphetamin adalah zat perangsang yang digunakan untuk mengubah suasana hati, meningkatkan semangat, mengurangi kelelahan dan rasa ngantuk, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengurangi berat badan. Tetapi karena dosis pemakaian akan terus bertambah, maka obat ini tidak dipakai lagi dalam program diet. Bagi orang yang menyalahgunakan obat ini, efeknya adalah memperoleh energi serta semangat tinggi serta pada saat sedang intoksikasi. Jenis-jenis amphetamin antara lain: Dexedrine, Laroxyl, Reactivan. Amphetamin meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan pernafasan, serta mengurangi nafsu makan. Si pemakai dapat berkeringat, mulutnya kering, mengantuk, dan cemas. Dosis tinggi menyebabkan seseorang merinding, pucat, gemetar, kehilangan koordinasi, dan pingsan. Suntikan amphetamin dapat menyebabkan naiknya tekanan darah secara mendadak sehingga mengakibatkan stroke, demam tinggi, atau jantung lemah.

Zat getah ganja / THC (delta-9 tetra hidrocannabinol) yang kering bernama hasis, sedangkan jika dicairkan menjadi minyak kanabasis. Minyak tersebut sering digunakan sebagai campuran rokok atau lintingan tembakau yang disebut sebagai cimenk, cimeng, cimenx, joint, spleft, dan sebagainya.

Opiat atau opium adalah bubuk yang dihasilkan langsung oleh tanaman yang bernama poppy / papaver somniferum di mana di dalam bubuk haram tersebut terkandung morfin yang sangat baik untuk menghilangkan rasa sakit dan kodein yang berfungsi sebagai obat antitusif.

 

 

Alat dan Bahan :

1.    Wadah urine

2.    Strip tes narkoba

3.     Urine

Proseder kerja :

1. Urine dimasukkan dalam wadah yang telah disiapkan.

2. Strip dicelupkan dalam sampel urine sampai tanda garis panah.

3. Baca hasil setelah 10 menit dan apabila terdapat 1 garis merah maka tes positif.

Interprestasi :

(+) : Terdapat 1 garis merah

(–) : Terdapat 2 garis merah

Hasil praktikum        : terdapat 1 garis merah yang menandakan bahwa sampel urine yang diperiksa menunjukkan hasil yang positif pada strip narkoba jenis tetrahydrocanabinol sedangkan jenis amphetamin dan opium menunjukkan hasil yang negatif.

 

 

                                                                                           Keterangan :

1.    Amphetamin

2.    THC

3.    Opium

 



 

 

 

 


Kesimpulan :

Dari hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa sampel urine yang diperiksa merupakan sampel positif pengguna/pemakai narkoba yang menggunakan ganja karena melihat hasil dari strip yang menunjukkan hasil yang  positif pada strip untuk pemeriksaan narkoba jenis THC.


Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Tag BBCode tersebut diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar